KEKUATAN CINTA

Karya  : Endah Febriani N


Hari ini di pondok ada acara maulud nabi, acara itu dilakukan di mushola pondok. Semua santri ingin sekali bisa duduk dibarisan paling depan, semuanya cepet – cepetan mausk ke mushola dan mencari tempat terindah. Dengan penuh perjuangan seorang santri yang bernama Feni berhasil duduk dibarisan paling depan bersama teman – temannya.
Acara tersebut dimulai dengan sholawat bersama group robana Al Maghfiroh, disalah satu personil group tersebut ada seorang cowok yang enak dipandang, manis, ganteng, bahkan suaranya sangat bagus dan enak didengarkan. Feni mulai penasaran dengan nama si cowok yang satu ini. Feni bertanya sama teman yang didekatnya. “Woy, yang menjadi vokal sebelah sana, yang paling pojok, namanya siapa sih?”.”napa sih, kamu suka ya...sama cowok itu?” tanya si teman “Ehm... enggak koq, aku Cuma tanya, pengen tau aja (denga wajah pura – pura kebingungan). “Beneran...tanya aja, apa tanya adja? (Guraunya)“suer kewer – kewer” kata feni. “Cowo itu namanya kaka, K.A.K.A”. Jawab teman yang tadi “Oh, kaka...” dalam batin feni berkata “E e e ternyata itu to yang namanya kaka, someone yang katanya alim, pendiem, rajin”. Tak lama kemudian, kayaknya tumbuh benih – benih cinta di hati Feni dech” huuuu takut.... kaka adalah cowok yang di idam – idamkan banyak cewek di pondok.
Acara demi acara telah usai, sesampainya di kamar teman – temanku pada membicarakan si cowok yang bernama kaka itu” Wach.. tadi kaka terlihat sangat manis, cakep dan ternyata lagi, suaraya suara itu loh...woo... bagus banget, nyaman untuk didengar. Yaqin deh, cewek yang bisa mendapatkannya sangat beruntung”. Kata teman – tmean di kamar (ribut). Dalam hati feni “semoga aja aku yang akan mendapatkannya” (senyum – senyum sendiri).
Feni kini mulai menyimpan perasaannya kepada kaka, dan tidak ada satupun orang yang tahu kalau aku suka sama kaka perasaan tu terus feni pendam. Hingga kaka mempunyai cewek pun feni masih tetap merasa cinta pada kaka. Feni rasanya ingin sekali menghilangkan rasa itu, coz kaka udah punya cewek. Feni takut jika orang – orang tahu kalau feni suka sama kaka, padahal  kaka udah punya cewek,feni takut jika dituduh merebut cowok orang.
Suatu hari pas berangkat ngaji sore, feni berpapasan dengan kaka. Feni memberikan sebuah senyuman untuk kaka. Kaka pun membalas senyumanku dengan senyuman manisnya. Begitu senangnya feni, meskipun sebenarnya hati feni sangat hancur teirngat kaka sudah ada yang memiliki. Sejak kejadian itu, setiap kali feni ketemu kaka, Pasti kaka memberikan senyuman manisnya untuk feni, feni pun juga membalasnya dengan indah, karena aku tak mau kehilangan senyuman itu. Tapi, terkadang feni merasa dosa mengingat bahwa kaka sudah milik orang lain, apalagi hubungan mereka sangat so sweet.
,,,tak terasa 3 bulan lagi ujian, sebentar lagi dia aka meninggalkan pondok yang penuh dengan kenangan itu.

***
3 bulan telah berlalu....
Salah satu alasan feni pindah yaitu untuk melupakan kaka dan membuang rasa itu. Tapi masih saja feni memendam perasaan itu hingga feni pindah ke pondok yang lain. Untuk melanjutkan ngaji dan pendidikannya di SMA. Feni tak akan lagi berjumpa dan mendapat senyuman manis dari kaka lagi.
..........
Tapi ternyata, kepergian feni tidak membuat rasa cinta feni pada kaka luntur, tapi feni malah semakin kangen sama kaka. Perasaannya pada kaka tetap kuat. Setiap pergi ke warnet. Pertamayang feni lakukan adalah membuka FB dan memandang foto kaka, dan setiap liburan feni selalu sms’an sama kaka. Tetapi, kaka tidak mengetahui siapa yang SMS dengannya. Setiap kali ditanya namanya, feni tak pernah mau menjawab, Coz feni takut jikalau nanti kaka nggak mau diajak sms-an sama aku lagi. Kontak feni ama kaka terus berjalan dengan lancar, tapi menurut feni, lebih asyiknya lagi kaka tau siapa aku (feni yang sms-nya)
Suatu ketika, ada orang yang sms feni, dia adalah teman cowok feni yang bernama Nino. Dia mengungkapkan rasa cintanya pada feni. Nino bilang : Fen, jujur! Sebenarnya dari dulu aku mencintai dirimu, apakah kamu mau jadi kekasihku?” Cuma gara – gara kaka, feni menolakcinta  Nino selama ini. “maaf no, bukannya aku gak suka sama kamu tapi... aku dah ada pasangannya”. Kata feni bohong pada Nino”. Beneran? “tanya Nino dan feni Cuma membalasnya ‘Iya”. Padahal sebenarnya feni dulu juga perah suka sama nino. Tapi Cuma sebentar. Feni juga bingung “kenapa tadi aku menolak nino ya?” adu...! Feni ... payah... kenapa kamu lebih memperdulikan kaka?...tak sadar feni telah menghianati orang yang telah mencintai feni demi orang lain yang sedikitpun tidak mencintainya. Semakin hari, semakin jauh, tapi perasaan itu malah semakin berapi – api....feni ingin menghilangkan rasa itu, seiring berjalannya waktu, akhirnya feni mencoba mencintai cowok lain yang ada disekolahnya. Namun, rasa itu tetap saja tak bisa menghilang, sampai lulus SMA rasa itu tak juga hilang dari diri feni, bahkan sampai feni masuk di universitas. “Heran!, apa jangan – jangan ada sesuatu di balik semua ini? Tapi nggak mungkin! Aku khan udah nggak pernah liat kaka, dan sekarang aku nggak pernah ada kontak lagi sama kaka” kata feni. Feni memohon kepada Allah “Ya Allah, kalau emang bukan jodohku, hilangkanlah rasa cintaku pada kaka ini, aku mohon....
.... pernah suatu hari feni merasa rindu sekali ama kaka dan kerinduannya pada kaka ini, membuatnya kepengen banget ketemu kaka, tapi jangan! Pasti pertemuan itu, walaupun singkat akan membuatku tambah cinta lagi.

***
Esoknya, saat feni diperpus kampus,ada someone yang mendekatinya. “maafmbak boleh kenalan?...”.”oleh aja” jawab feni.”aku alan, kamu siapa?’.’oh,,alan, aku feni,”.”namanya beautiful.seperti orangnya” “wow, cius.?”.”cius, nelan,” ha ha ha...(feni dan alan puntertawa bersama). Alan tak lupa menanyakan alamat feni.”e..iya, kamu rumahnya mana fen?,”.”ngak tak bawa”.”ya maksudnya alamat”.”oh.....dijalan pahlawan no 13 temanggung, kamu se...?”.”dijalan patimura no 3 jepara, mampir ya,”.”sibuk!!. ha ha”.(feni bercanda).
Menurut feni, alan orangnya asyik juga diajak ngobrol, baik dan kalo dibilang... manis juga, cwk cwk. “eh..kenapa feni jadi membicarakan tentang alan ya,,?, etz. Jangan- jangan........
Bukan feni ingin melampiaskan alan, tapi dia berharap dgn kedatangan alan di dalam kehidupannya dia bisa melupakan kaka.
Saat ini akhirnya tiba, alan menyatakan cinta pada feni. Feni menerima cintanya. Bukan karena feni mencintainya, hanya karna feni tidak mau kehilangan perhatiannya. Kehilangan kebaikan – kebaikanya eni menerima cintanya agar feni bisa melupakan kaka. Terkadang, feni merasa sangat bersalah dan berdosa. Saat bersamanya, feni malah teringat dan membayangkan sosok kaka.
Namun akhirnya, semakin lama feni bersamanya, feni semakin bisa cinta sama alan. Dan semakin bisa melupakan kaka. Karena feni juga berfikir, “apa kaka disana juga memikirkan aku? Pasti nggak, nggak bakal dia memikirkan aku, emang aku siapanya dia?...
Kebersamaan dengan alan sangat dinikmati, dia sangat baik dan perhatian pada feni. Feni sadar, mulai detik ini feni benar – benar mencintai alan dan feni tidak akan pernah menghilagkan kesempatan ini, syukur – syukur jodohku adalah alan. Alan yang mencintai feni apa adanya. Hal yang sangat dikagumi darinya dan yang membuat feni selalu tersenyum jika bersama dengannya.
“Alhamdulilah,,,, makasih kau telah membantuku melupakan seorang yang tidak pernh memikirkan ku. makasih alan,,, Now, you will always in my hearth” (Insya Allah) kata feni dalam hati.
Feni tidak menyangka, huubungan feni dengan alan berlanjut. Alan tidak pernah membuat feni marah sedikitpun. Feni sangat – sangat bersyukur kenal dengannya.
Rasa cinta feni pada alan semakin kuat. Tawaran jalan – jalan bersama alan merupakan hal yang paling ditunggu – tunggu. Bahkan malam minggu tiba, feni diajak di cafe.
Hari itu adalah hari ultah feni, tanggal dimana feni dilahirkan. Alan memberi bingkisan sederhana untuk Feni, meskipun biasa, namun feni sangat senang dengan apa yang alan berikan pada feni. Alan mengucapkan “Happy birthday to yo... My love”,” thanks you my love”. Malam itu begitu sempurna bagi mereka berdua terutama bagi feni. Hari sudah larut malam dan jam menunjukkan pukul 11 malam. Feni diantar pulang oleh Alan. Sesampainya dirumah feni, membuka bingkisan itu. Dan ternyata isinya adalah sebuah kerudung yang bermerek rabbani yang sangat feni  inginkan.
Akhir-akhir ini Alan sibuk dengan pekerjaannya. Perhatian yang dia berikan kepada feni semakin berkurang, sekarang hari – hari feni sepi tanpanya.

***
Sudah satu tahun feni dan Alan berhubungan. Terenyuh hatinya mengingat hari ini adalah hari jadi mereka.
Suatu ketika Alan sudah tidak sibuk lagi, dia mengajak feni ketemuan di tempat biasa feni sudah tidak sabar ingin cepat-cepat liat alan, feni sudah kanget buangett....(sesampainya di tempat itu)Hey feni my lovely, apa kabar? Kamu biasanya cantik, tapi hari ini lebih cantik sekali. “Alan menyambut kedatangan Feni” Baik, kamu, gimana kabar? Lama nggak dengar, “Balas feni” baik dong. Maaf akhir – akhir ini aku sangat sibuk dengan pekerjaan ku. Tak pernah menanyakan kabarmu”. No Problem, yang penting kamu tetap cinta kan sama aku? “Tanya feni “Ya pastinya dong” jawabnya. (Feni hanya tersenyum) “Sayang, ada yang harus aku bicarakan padamu” kata Alan. Emangnya apa? Bilang aja. Nggak usah ragu – ragu. Jawab feni. Kita kan udah menjalin hubungan selam satu tahun, aku sudah meyakinkan niatku untuk meminangmu. Karena aku dah merasa cocok dengan kamu dan udah pantas untuk menikah”. (Feni kaget mendengar Alan mengatakan seperti itu, Feni kira Alan akan mengakhiri hubungan ini, tapi ternyata tidak) ‘Okey, kalau kamu sungguh mau menikahiku dan kamu sudah siap, aku pun juga siap!, tinggal bilang sama orang tua kita, mereka merestui atau tidak”. Beneran ni.... serius” tanya Alan memastikan. “Cius donk, balas feni.
Alhamdulilah akhirya orang tua mereka merestui hubungan mereka dan semoga Allah juga meridhoi hubungan ini.
***

Setelah 1 tahun kemudian feni dan Alan berumah tangga, alhamdulilah mereka dikaruniai anak laki – laki yang diberi nama “Faris Ibrahim Al Aufa”. Aufa sudah berumur 4 tahun, feni jatuh sakit bahkan nggak pernah bisa bangun dari tempat tidurnya tanpa bantuan. Kenapa cobaan ini datang pada kami? Semoga ada hikmah dibalik semua ini”.
Suatu ketika Alan pulang kerja, feni memanggil – manggil nama Alan dengan nada sesak, Alan masuk ke kamar menghampiri Feni. Alan bertanya kenapa? Kamu kenapa? Sa...kit....” jawab Feni. Ayo kita kerumah sakit!. Alan sangat panik, Feni dan Alan segera berangkat, Alan menyetop taxi di depan rumah, begitu dapat taxi, alan menyuruh sopirnya untuk ngebut. Tapi ternyata saat di dalam taxi..... (Innalilahi wainna lilahi rojiun).. Feni tak tertolong, dia meninggal dipangkuan Alan. Dia mencoba untuk bersabar. Alan berkata dalam hatinya “Kenapa Allah memberikan cobaan yang begitu berat untukku? Apakah Feni bukan jodohku? Lantas dimana letak surga cintaku? Alan terus menangis karena selalu teringat akan sesautu yang telah hilang.
Sejak kematian feni, Alan nggak pernah keluar dari rumah selama 7 hari 7 malam. Dia mencoba untuk bisa menerima kenyataan yang telah terjadi. Aufa, anaknya selalu menannyakan keberadaan ibunya. Alan nggak tau mau jawab apa.
***
Suddenly, alan menemukan diarinya Feni yang berisikan tentang kaka. Alan baru tau ternayta feni menikah dengannya, tidak didasari dengan cinta yang tulus dari hati yang sebenarnya. Dia juga masih sedikit memendam rasa pada kaka.
Selesai membaca isi diari itu, alan langsung keluar dan mencari seorang yang bernama kaka. Alan muter – muter mencari kaka. Udah seharian penuh dia mencari kaka dan meninggalkan aufa dirumah sendiri.
Esok harinya dia kembali mencari kaka, tak lama kemudian, Alan menemukan kaka dirumahnya, alan mengajak kaka kerumahnya. Alan bilang semua tentang feni. Kaka bilang ama Alan “lan... menangislah... karena air mata yang dapat mensucikan kebengisan dan tersenyumlah... karena hanya dengan senyuman, bara hati mampu menjadikan salju nan lembut”.. iya, aku mengerti ka... sekarang feni udah tiada, nggak mungkin kan kalau aku mendidik aufa anakku, sendiri tanpa bantuan orang lain”. “Ya... aku mengerti” aku nggak mau nikah lagi, aku ingin setia dengan satu orang saja,“feni” ngak papa kan?”.”he’e, aku makasih banget, Kamu mau nggak tinggal dirumah ini dan kita didik aufa bersama. aku Mohon.”.”.ya aku mau, aku jugatidak akan menikah” “Lho, emangnya kamu belum menikah? ‘belum”, so...nggak apa – apa semua ini demi dan untuk menghargai cintanya feni kpd ku”.
Mereka berdua mendidik aufa dengan baik, kaka sudah menganggap aufa seperti anak sendiri, aufa selalu bertanya tentang ibunya... mereka bingung untuk menjawab pertanyaan itu, akhirnya setiap kali ditanya mereka menjawab “Bahwa ibunya lagi bekerja di luar negeri.
Sungguh malangnya si aufa, masih kecil udah ditinggal ibunya. Semoga semua akan ada hikmahnya.


***<>***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanad Al-Qur’an KH. Muntaha Al-Hafidz, PPTQ Al-Asy'ariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah

APRIL MOP

sejarah