Detik-detik akhir bersama Bu Nurul Azizah di SMA TAKHASSUS AL-QUR'AN
Detik-detik akhir
bersama Bu Nurul Azizah
Kamis, 10 April 2014
Hari ini seakan-akan angin berhembus mesra, membuat
dedaunan melambai-lambai sebagai isyarat mengucapkan selamat tinggal. Ibu Nurul
Azizah beliau sosok seorang guru yang sangat baik, seorang motifator yang
handal, dan beliau juga seorang guru yang yakin akan keberhasilan muridnya.
Saya mencoba membuka
lagi memori yang terjadi hari ini.
Saat itu bel berbunyi tanda pergantian jam
pelajaran. Seorang guru berjalan dari
arah jam 3 Bu Nurul namanya, perlahan beliau berjalan menuju R.7. Sesampai di
ruang itu beliau mengucapkan salam dan menanyai keadaan kami (XII BAHASA).
Sempat sesaat kami membahas soal dan berbincang-bincang mengenai siap tidak
siapnya menghadapi UN.
Satu jampun telah berlalu, seketika itu beliau
mengucapkan maaf atas selama mngajar kelas Bahasa. Beliau yakin akan
keberhasilan kami.beliau berkata “saya sudah menganggap kalian semua seperti
anak saya sendiri” “saya yakin antum semua akan menjadi orang yang sukses”
“saya menganggap antum semua itu baik, tidak ada yang tidak baik”
Seketika itu hati sayapun tersentuh, betapa berdosanya
saya selama ini yang selalu minggat, guyonan dll saat beliau menyampaikan
materi. Hati sayapun menangis serasa ingin sekali saya mengucapkan kata MAAF di
hadapan beliau secara langsung. Akan tetapi permintaan maaf itu telah di wakili
oleh teman sekelas.Tetes demi tetes air mata keluar membasahi pipi saat beliau
melantunkan do’a.
Perpisahanpun sudah tak bisa untuk dihindari. Selamat
tinggal Bu Nurul Azizah, semoga apa yang engkau berikan kepada kami, dapat kami
lanjutkan dimasa mendatang. Selamat tinggal teman-temanku semoga kesuksessan
dapat kita raih bersama. Amiin.. L
J
Terimakasih bu Nurul
Azizah atas segala yang telah engkau beri kepada kami.
“perpisahan bukan akhir
dari segalanya, semogha kita masih bisa bertemu dilain waktu”
SALAM bOso!!!!!
bOso....... BISO!!!
Komentar
Posting Komentar