Saat itu aku berada di suatu dahan pohon yang amatlah tinggi. Di tempat itu aku dikejutkan sesosok bidadari cantik yang hendak hinggap di jendela. Eh, bukan hinggap di jendela dodol. Dia menghampiri ku. Semakin ia mendekat,semakin cepat pula jantung ku berdetak. Hingga kurang lebih 120 km per jam. Wih, udah kaya becak modern yang pake nitro. Saat jarak tinggal sejengkal, apa yang terjadi…? Ups, dahan yang aku duduki patah. Otomatis lah, saat itu hukum gaya gravitasi di bumi masih berlaku. Oleh sebab itu aku terjatuh ke bawah (ya iya lah, masa jatuh ke atas?). saat itu pula aku tersadar bahwa aku berada di kasur. “jadi, semua itu hanya mimpi?” (wah, jadi inget lagu superstar miliknya projek pop). Pagi itu bukanlah pagi yang mujur bagiku. Jam sudah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. Itu artinya aku bakal telat sampai ke sekolah. Aku hanya cuci muka dan ganti seragam. “huoei… kenapa kamu gak bangunin aku?” tany...
Komentar
Posting Komentar