DIARY DEPRESIKU
Rinai hujan turun
deras malam itu, hujan dengan halilintar menyambar – nyambar membawa deru pilu
hati yang baru layu. Ketika itu Hati ku baru saja mendapat pukulan yang amat
sangat menyakitkan, disaat hati ini dipermainkan oleh sang bidadari dari mimpi
indahku. Namun, ia muncul dari mimpi burukku. Indah namanya, waktu itu petir
yang datang dengan hujan serasa sedang menyambarku sakit, akan tetapi lebih
sakit pukulannya. Hari itu aku baru tahu bahwa indah (kekasihku) dia telah
selingkuh dan menduakanku. Dia telah bertunangan dengan seorang laki-laki yang
bernama Boy, yang menjadikan hbungan kami berantakkan . Dulu hubungan kami
sangatlah indah, lebih indah dari sang bangkit di pagi hari. Berawal 3 minggu
lalu, sikapnya mulai brubah . Dia menjadi bersikap aneh kepadaku dan tidak
pernah mengirim kabar kepadaku. Sampai aku menelfonnya akan tetapi tidak oernah
ada jawaban.
Suatu hari aku bertemu dengannya di sebuah taman kota.
“hai, papa” (nama panggilanku olehnya), sapanya dengan senyuman
“hai, ma!!!” jawabku, aku melanjutkan dengan pertanyaan,
“”koq nggak pernah ada kabar dari mama ciiii, udah lama banget. Asal mama tau aku khawatir banget kalau ada sesuatu hal buruk terjadi kepadamu ma!” dengan nada lebayy
“Ooooo, maaph ya pa, soalnya kemarin-kemarin e, a, eeee” gugup
“apa ma”
“eeeee soalnya kemarin – kemarin mama udah coba papa tapi nggak ada balean dari papa, jadi mama nggak pernah ngasih kabar ke papa”, haturnya dengan muka bingung tanda bohong.
“masak siii ma,” tidak percaya. “ padahall nomor papa selalu aktif”, lanjutku
selagi kami sedang ngobrol seseorang dari jauh mamanggil pacarku. “wooooi, indaah!”,
Orang itu memakai pakaian ala Boy Band Korea namun, kulitnya sawo matang orang Indonesia. “siapa yaaa orang itu???”, dalam batinku, “hai, Boy”, sahut indah melambaikan tangannya.
“siapa ma dia?? Koq kenal kamu”, tanyaku dengan bingung
“e,e,e dia itu sepupu ku”, dengan nada gagap tanda ia membual.
“koq nggak pernah bilang kalau punya sepupu”
“iyya so so alnya dia belajar di lu luar negri”, dengan nada gagap lagi, tanda memebual. “kaya ada yang aneh”, dalam hatiku.
Orang itu mendekati indah dan bicara dengan akrab ibarat sepasang kekasih, dalam pembicaraan mereka terucap kata “honey” dari mulut Boy ke Indah ,
“Honey kenapa ada disini ayo cepat keluarag kita sudah menunggu”, tidak lama mereka pergi dan Indah meninggalkan aku sendiri di taman. Aku mulai terdiam merenung, dan memikirkan laki – laki itu (sepupu) kata indah. Tapi, kenapa dia manggil indah “Honey”, kan artinya “sayang”, batinku.
Aku melanjutkan perjalananku ke sebuah toko buku. Namun, karena sebelum sampai di toko buku hujan dengan derasnya sudah mendahuluiku menuju toko buku, sehingga aku mengurungkan niatku dan berteduh di depan Resto mie Ongklok. Ketika itu sedang menunggu hujan reda, aku melihat seseorang yang tampak rupanya tak asing lagi. “O… iya, indah”, inginku mendekatinya. Namun terlihat dari jauh ia sedang berada dengan keluarganya dan terlihat juga keluarga Boy berada di sana. Terlihat mereka sedang membicarakan suatau hal dan ketika aku mendengar mereka membicaraka perjodohan antara Boy dengan Indah yang tidak lain adalah kekasihku, indah juga menggnakan cincin yang yang sama dengan Boy sebagai lambang prestise cinta mereka berdua. Hatiku terpukul dengan keras, dan remuk tersambar petir yang bergemuruh. Meskipun hujan deras beserta angin tidak menghalangi langkah kakiku yang sedang berada di puncak konsentrasi pedihnya hati.
Hal itu membuatku sangat terpukul, terpuruk dalam rasa sesal namun sedih , dan hari-hariku serasa hanya dapat memikiranyya tanpa melakukan hal lain.
Saat itu jam telah menunjuk pada pukul 21:00, aku tengah membaca novel cinta aku teringa kejadian waktu itu ketika direstoran dan taman karena itu pertemuan terakhir kami. Saat itu Hpku berdering getar sms, ternyata sebuah pesan dari Indah. Tidak lama aku langsung membukanya dengan rasa ingin tahu “?????”
Suatu hari aku bertemu dengannya di sebuah taman kota.
“hai, papa” (nama panggilanku olehnya), sapanya dengan senyuman
“hai, ma!!!” jawabku, aku melanjutkan dengan pertanyaan,
“”koq nggak pernah ada kabar dari mama ciiii, udah lama banget. Asal mama tau aku khawatir banget kalau ada sesuatu hal buruk terjadi kepadamu ma!” dengan nada lebayy
“Ooooo, maaph ya pa, soalnya kemarin-kemarin e, a, eeee” gugup
“apa ma”
“eeeee soalnya kemarin – kemarin mama udah coba papa tapi nggak ada balean dari papa, jadi mama nggak pernah ngasih kabar ke papa”, haturnya dengan muka bingung tanda bohong.
“masak siii ma,” tidak percaya. “ padahall nomor papa selalu aktif”, lanjutku
selagi kami sedang ngobrol seseorang dari jauh mamanggil pacarku. “wooooi, indaah!”,
Orang itu memakai pakaian ala Boy Band Korea namun, kulitnya sawo matang orang Indonesia. “siapa yaaa orang itu???”, dalam batinku, “hai, Boy”, sahut indah melambaikan tangannya.
“siapa ma dia?? Koq kenal kamu”, tanyaku dengan bingung
“e,e,e dia itu sepupu ku”, dengan nada gagap tanda ia membual.
“koq nggak pernah bilang kalau punya sepupu”
“iyya so so alnya dia belajar di lu luar negri”, dengan nada gagap lagi, tanda memebual. “kaya ada yang aneh”, dalam hatiku.
Orang itu mendekati indah dan bicara dengan akrab ibarat sepasang kekasih, dalam pembicaraan mereka terucap kata “honey” dari mulut Boy ke Indah ,
“Honey kenapa ada disini ayo cepat keluarag kita sudah menunggu”, tidak lama mereka pergi dan Indah meninggalkan aku sendiri di taman. Aku mulai terdiam merenung, dan memikirkan laki – laki itu (sepupu) kata indah. Tapi, kenapa dia manggil indah “Honey”, kan artinya “sayang”, batinku.
Aku melanjutkan perjalananku ke sebuah toko buku. Namun, karena sebelum sampai di toko buku hujan dengan derasnya sudah mendahuluiku menuju toko buku, sehingga aku mengurungkan niatku dan berteduh di depan Resto mie Ongklok. Ketika itu sedang menunggu hujan reda, aku melihat seseorang yang tampak rupanya tak asing lagi. “O… iya, indah”, inginku mendekatinya. Namun terlihat dari jauh ia sedang berada dengan keluarganya dan terlihat juga keluarga Boy berada di sana. Terlihat mereka sedang membicarakan suatau hal dan ketika aku mendengar mereka membicaraka perjodohan antara Boy dengan Indah yang tidak lain adalah kekasihku, indah juga menggnakan cincin yang yang sama dengan Boy sebagai lambang prestise cinta mereka berdua. Hatiku terpukul dengan keras, dan remuk tersambar petir yang bergemuruh. Meskipun hujan deras beserta angin tidak menghalangi langkah kakiku yang sedang berada di puncak konsentrasi pedihnya hati.
Hal itu membuatku sangat terpukul, terpuruk dalam rasa sesal namun sedih , dan hari-hariku serasa hanya dapat memikiranyya tanpa melakukan hal lain.
Saat itu jam telah menunjuk pada pukul 21:00, aku tengah membaca novel cinta aku teringa kejadian waktu itu ketika direstoran dan taman karena itu pertemuan terakhir kami. Saat itu Hpku berdering getar sms, ternyata sebuah pesan dari Indah. Tidak lama aku langsung membukanya dengan rasa ingin tahu “?????”
“assalamu’alaikum………………
Maaf, telah membuatmu kecewa. Sebenarnya Boy yang ada di taman adalah kekasihku dan tunanganku dia bukanlah sepupuku. Kami dijodokan 3 minggu lalu oleh orang tua kami bersdua. Maaf tidak memberitahumu sejak awal. Juga, pesan ini sebagai akhir hubungan kita
wassalam……………………….”
Maaf, telah membuatmu kecewa. Sebenarnya Boy yang ada di taman adalah kekasihku dan tunanganku dia bukanlah sepupuku. Kami dijodokan 3 minggu lalu oleh orang tua kami bersdua. Maaf tidak memberitahumu sejak awal. Juga, pesan ini sebagai akhir hubungan kita
wassalam……………………….”
Mendengar hal itu hatiku
brantakan hancur tak terurai marah sedih kecewa……………….dll. semua itu ku
lampiaskan terhadap cermin dikamrku. “crrriiiiiiing” suara cermin itu pecah
dengan tangan kiriku Nadiku tersayat oleh tajamnya pecahan kaca, darah banyak
bercucuran keluar dari tangan kiri
dengan deras, berdam pingan dengn hujan lebat beserta petir penyesalan yang menyambar karena telah mengenalmu.
Fajar terbit dari ufuk timur, aku terbangun, terlihat suasana aneh karena tanganku telah mendapat perban dan infus. Aku bertanya pada diriu sendiri, “mengapa aku ada disini” ternyata aku pingsan setelah tanganku tersayat oleh pecahan kaca. Setelah pulang dari rumah sakit aku menulis pengalaman itu di buku diary kecilku, dengan penuh penyesalan. Dan kan ku jadikan motivasi untuk kedepannya.
Fajar terbit dari ufuk timur, aku terbangun, terlihat suasana aneh karena tanganku telah mendapat perban dan infus. Aku bertanya pada diriu sendiri, “mengapa aku ada disini” ternyata aku pingsan setelah tanganku tersayat oleh pecahan kaca. Setelah pulang dari rumah sakit aku menulis pengalaman itu di buku diary kecilku, dengan penuh penyesalan. Dan kan ku jadikan motivasi untuk kedepannya.
NB: Jika ada kesamaan nama tokoh, watak, latar
itu hanya fiktif belaka.
itu hanya fiktif belaka.
Komentar
Posting Komentar