OPERASI DADAKAN
4 hari sebelum hari Iedul Adha kaca depan Block Aisyah pecah karena
tidak sengaja ada orang yang menyandarkan tongkat di atas kaca itu, secara
keras. Dan akhirnya kaca itu pecah, berserakan di lantai Block Aisyah.
Pagi hari Aisyah bersama Tia sedang siap-siap berangkat sekolah, ia
pun berjalan mengambil sepatu, tidak diduga kaki Aisyah merasa sakit.
“Tia, kok kaki aku rasanya sakit ya, kaya nya aku kena kaca kemarin
deh…!”
Tia pun menghentikan langkah dan memastikan benar atau salah bahwa temannya
itu terkena kaca.
“Ya Allah Aisyah, itu kaki kamu berdarah, kaya’nya kena kaca deh”.
Aisyah merintih kesakitan ia mencoba mencabut kaca tersebut. Dan
akhirnya ia berangkat sekolah dan sudah tidak terasa sakit lagi.
Waktu demi waktu, Aisyah menjalani kewajibanya sebagai pelajar, ia
belajar di dalam kelas, hingga waktu pun akhirnya berlalu tanpa terasa. Hari
itu langit kelihatan sedih sesedih hati Aisyah. Awan hitam menyelimuti langit
yang dulunya cerah menjadi gelap.
Tanpa terasa percikan-percikan air menetes membasahi bumi kering
itu. Aisyah dan ia pun pulang ke pondoknya. Di tengah-tengah jalan kaki Aisyah
terasa sakit lagi, akan tetapi Aisyah tidak menghiraukannya. Ia berfikir itu
hanyalah bekas luka yang tadi pagi ia alami.
Keesokan harinya lagi ia merasa kakinya membengkak, dan ternyata ada
benjolan di telapak kakinya bekas terkena kaca kemarin itu.
“Ya Allah ini kenapa kaki aku ?”
Aisyah menangis dan ia tidak berangkat sekolah selama 2 hari karena
ia tidak bisa memakai sepatu.
Satu hari sebelum Idul Adha ia dijemput orang tuanya karna orang
tuanya merasa kasihan anaknya di Pondok sakit. Orang tuanya mencoba mengizinkan
ke kantor pusat untuk diizinkan pulang. Akan tetapi lurah pondok tidak
menginzinkannya.
Akhirnya orang tuanya meminta izin untuk di bawa ke Rumah Sakit.
Pertama ia di bawa ke RSI, akan tetapi di RSI tidak bisa karena
dokter spesialisnya tidak ada. Akhirnya Aisyah di bawa ke RSU dan disana
ternyata antri sampai 2 jam.
Waktu demi waktu terasa berlalu.
“Aisyah” Dokter memanggil
nama Aisyah, Aisyah pun masuk ruang periksa bersama Ibunya.
Di dalam Aisyah menceritakan semuanya.
“Untung ini cepat di bawa kesini, kalau tidak ini bisa terkena
Tetanus dan bisa diamputasi.”
Ibunya menjawab
“Trus ni bagaimana Dok ?? apapun caranya dan berapa harganya akan
saya penuhi Dok !!”
Dokter menjawab
“Ini sebaiknya di operasi aja bu ….”
Deg …. deg…. deg … hati Aisyah tidak bisa berhenti. Akhirnya Aisyah
diputuskan untuk dioperasi.
Aisyah di bawa ke Ruang Operasi, ia dioperasi selama 1 jam, ia
dibius.
Akhirnya ia selesai dioperasi dan dibawa pulang, akhirnya Ibu dan
Ayahnya membawa pulang ke rumah dan pondok pun menginzinkan.
Komentar
Posting Komentar