KEHILANGAN SOSOKMU SAHABAT


Di dalam kelas yang ramai menjelang tes semesteran. Perempuan berumur 14 tahun memakai atasan baju putih. Bawahan rok biru bersama teman-temannya yaitu Ana biasa teman-temanya memanggil dia yang di dampingin sosok karibnya bernama Novi.
**   *
Kendaraan, sepeda saling berdampinganramenya selipan anak pulang sekolah, Ana dan Novi mereka sahabatan waktu menduduki mangku kelas 1 SMP meskipun belum lama tetapi mereka sangat akrab. Keduanya berencana pulang ke rumah Novi. Sesamapai di rumah Novi.
“Nov, kamu sendirian di rumah” kataku sambil di persilakan duduk.
“aku bersama nenekku” dia meletakkan minuman di depanku, dan duduk di sampingku “An, aku mau cerita, tapi kamu jangan bilang siapa-siapa oke, hehehe : D”
“sante aja Nov, sama aku” memandang sambil mendengar ceritanya.
“Aku rencananya semesteran 2 di ajak ibuku ke Bali dan tinggal di sana ikut ibuku bersama ayah baruku, rumah ini biar di tinggali nenek sama pamanku” aku termangu kaget.
“apa enggak ada yang lain, selain kamu pindah?, kata Ana”
Inilah jalan hidupku selama 13 tahun di tingal bapak dan ibuku, aku ingin memperoleh kasih sayang mereka. Ibuku yang terlalu sibuk dan ayahku yang ikut istri baru. Ana mnegusap air mata dan merekapun berpelukan
“sebenarnya aka gak rela jika kamu pindah, tapi apa yang bisa aku lakukan untuk mencegah semua itu untuk demi kebahagianmu”
**   *
Tes semesteran telah di jalani tinggal menunggu hasilnya, gini saatnya sekolah mengadakan lomba-loma. Ana dan Novi ikut lomba memecah balon yang di isi air dengan di tutupi dan Novi yang mengaba-aba.
Mereka begitu kompak akhirnya merekapun mendapat juara walaupun hadiahnya sepele walaupun Cuma 5 buku dan alat tulis tapi sangat berarti bagi mereka. Ana sangat bahagia Novipun begitu sangat bahagia.
Novi mengajak main ke rumah Ajeng
“Na, ayo main ke rumah ajeng” sambil mengambi sepeda, Ana yang tidak membawa sepeda di boncengin Novi.
“Ayo seperti biasa, oke”
Mereka langsung mempercepat perjalanannya setelah itu datang ke rumah Ajeng, Ajeng tertanya tidaj ada dan kami beranjak makan bakso milia pak Slamet dan es teh manis. Nov, besok libur sekolah ayo kita ke alun-alun, kata Ana sambil menyerup esnya.
**   *
Pagi esok sudah libur sekolah Ana yang di temani saudaranya k erumah Novi. “Novi, Novi, Nov, Novi” seorang ibu sambil membawa dedaunan seperti akan berangkat ke sawah menghampiriku.
“Pangil siapa ya nak” memandangku dengan tatapan rumah.
“Panggil, Novi, Novi, Nov” ada nggak ya bu rumah sepi” kataku
“Novi pagi-pagi di jemput ibunya dar Bali, katanya di suruh tinggal di Bali” kata ibu langsung membawa dedaunan yang akan pergi ke sawah. Aku menatap saudaraku gak tahan menahan air mata yang ku biarkan keluar, akupun menangis.
Makaish ya bu,permisi dulu.
Pulang mengendarai kendaraan cepat dan secepatnya langsung mengambil Hp menulis sms buat Novi. Aku tunggu-tunggu balasanny asambil menatap Hp yang ku bawa ke sana kemari. Tapi tidak ada balasab dari Novi, dan akupun merasa kehilangan. Lalu aku merenung. Kemarin makan bakso bersama tapi sekarang sudah berpisah. Kapan aku bisa bertemu lagi. Entahlah

*****END*****

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanad Al-Qur’an KH. Muntaha Al-Hafidz, PPTQ Al-Asy'ariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah

APRIL MOP

sejarah