BEST LOVE
Ketidakjujuran menyebabkan orang kesusahan
Tidak
dapat menemukan bukti saling mencintai
Kapan
harus maju, kapan harus menyerah
Haruskah
menangis
Aku
atau kau yang berfikir terlalu banyak
Aku
tak berontak, juga mulai ragu-ragu
Aku
dan kau yang tak berdaya
Tak
bisa tentukan akhirnya
Keindahan
penyesalan berhentilah sampai disini
Pagi ini cerah, hangat matahari yang bersinar dan sejuk embun dipagi
itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat
langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakurikuler pramuka dan aku pun
mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat dudukku. Dari arah belakang
terdengar suara yang memanggilmu.
“Nabila, tunggu !”
Aku pun menoleh ke belakang “Kamu vebb, ada apa kok sampai
tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran.
“Emmm, ada yang kenalan sama kamu !”
“Tapi Vebb, aku udah mau masuk ekstra nie”.
“Va telat dikit gak papa”.
“Aku sudah ditunggu kak Agus dan kak Agung”.
“Sebentar aja”.
Aku tak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas ekstra karena
segera akan ada rapat kepengurusan.
********
Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi,
sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Vebby kemarin siang. Siapa
dia? anak mana? namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan dibenakku.
Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya.
“Hey hey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Agustin.
“Ha ? Aku nggak mikirin apa-apa kok !”
“Kok ngelamun sih ? Haa, masih keingit ya kata-kata Veby kemarin?
“Ehh. apain sih, mentang-mentang pacar Vebby terus kalian ngejek
gitu, ahh gak asyik.”
“Vaya, cuma bercanda kok”.
Tiba-tiba Vebby datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia
sampaikan kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yanga kan
ia sampaikan.
“Bill, ikut aku yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di
kantin”. Ajak Vebby.
“Ahh, enggak ahh, biarin aja dia samperin”.
“Kok gitu? Ya udah deh ini kesempatan loh, kok malah kamu
sia-siain”. Ucapan Vebby didengar oleh Shinta.
“Ehh, ada apaan nih, kelihatannya seru ! Ada apa sih Vebb, kok nggak
bilang-bilang?”
“Gak ada apa.-apa, udah nanti aku ceritain”. Bel masuk pun berbunyi,
aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga
usai. Pulang sekolah biasanya aku pulang sendiri, naik bus, tapi sekarang ada
temenku Vira yang mau main ke rumah.
*********
Hari ini mulai muncul kabar buruk, kabar sudah sampai telinga
temen-temenku. Tiba-tiba ada seorang cowok yang datang menghampiri aku. Ketika
aku sedang kumpul dengan teman-teman..
“Nabil” Panggilnya
“Iiia, siapa ya?” Jawabku
“Aku pingin ngomong sesuatu”. (Sambil narik tanganku, tanpa jawab
apa-apa aku langsung ikut aja).
Ternyata dia mengajak aku ke taman.
“Bill ?”
“Ada apa?”
“Emang kamu belum tau namaku ? belum tau asal-usulku ? Tapi aku
pingin kenalan denganmu?”
“Aku udah tau kalau kamu pingin kenalan denganku, tapi aku belum tau
siapa namamu ?” Jawab Billa.
“Namaku Nova Irawan Pratama, aku dari Muntilan, aku pingin kenal
sama kamu dari awal kita MOS,” Jelasnya.
“Aku, kamu udah tau kan namaku?” ledek Billa.
“Belum, cuma tau nama panggian kamu aja.”
“Namuku, siapa ya? hehehe” Ledeknya lagi.
(Nabila malah mengajak Nova bercanda)
“Namau Nabila Afifatu Zahra, aku dari Mungkid”.
Setelah kita ngobrol-ngobrol banyak banget, bel pulang pun berbunyi,
hari tidak pelajaran seperti biasa, karena ada acara “PENSI” untuk acara
perpisahan kelas XII.
*******
Ketika aku sedang nunggu bus, tiba-tiba Nova menghampiri aku, dia
seperti gerogi gimana gitu …
“Nabil ?”
“Lia, ada apa Nova?”
“Aku …. aku … aku ….”
“Kok, aku …. aku …. aku … terus sie, udah biasa aja gak usah
gerogi”.
“Aku pingin ngajak kamu jalan, nanti malam sibuk gak ?”
“Nggak kok, okk, kamu main aja kerumah ku, tau kan ?”
“Nggak, aku nggak tau rumahmu, Apa gini aja, biar aku tahu rumah
kamu, aku antar aja kamu pulang ?”
“Nggak lah, itu busnya udah datang kok. Nie aku kasih no. aku 085
647 704 720, duluan ya ….”
Dalam bus aku seperti orang gila, senyam-senyum sendiri, tanpa aku
sadari ternyata sudah sampai diterminal.
Oh mungkin inikah cinta ? Aku pernah merasakannya tapi aku tak ingin
merasakannya lagi untuk saat ini.
Sesampainya aku di rumah, aku langsung masuk kamar dan merebahkan
tubuhku di atas kasur, tiba-tiba hp ku berdering.
* 085 647 704 702
Nabila ini aku Nova, rumah kamu sebelah mana ?
* 085 647 704 720
Oh kamu tha Va, rumahku depan bank BRI.
* 085 647 704 702
Okk, aku ke rumah mu nanti malam.
Aku pun tak membalas smsnya lagi.
Aku langsung mandi, makan malam bersama keluarganya, ketika aku
sedang makan malam, tiba-tiba ada suara ketukan pintu.
“Tok …. tok … tok”.
“Assalamu’alaikum”.
Bundaku langsung beranjak dari tempat duduknya.
Aku pun langsung mencegahnya.
“ Bunda duduk aja”. Cegahku
“Kenapa?” Jawab Bunda.
“Kali Bunda lagi makan sama Ayah, kasihan kalau ayah sendirian,
tanpa menunggu jawaban Bunda aku langsung lari.
“Iaa,, Wa’alaikum salam, siapa?” (Sambil membuka pintu)
“Oh, kamu Va, ayo masuk?” Ajakku.
“Sini ajalah, di dalam panas banget”. (Bantah Nova)
“Ya udah aku ganti baju dulu ya”.
Aku dan Nova Cuma jalan-jalan muter-muter alun-alun. Karena waktu
sudah malam. Nova pun mengantar aku pulang, Nova pun pulang.
********
Setelah kita kenal begitu lama, kita pun jadian, aku menyukainya,
aku menyayanginya. Kita sama sayang. Pagi yang cerah aku pun berangkat sekolah
seperti biasa, Nova jemput aku di rumah.
Setibanya aku disekolahan, tiba-tiba Agustin menghampiri aku.
“Nabil, selamat pagi?” Sapa Agustin.
“Pagi juga Agustin.” Jawabku sambil bersalaman dan cipika-cipiki.
“Kamu berangkat dengan siapa ?” Tanya Agustin.
“Biasa, sama tukang ojek tersayangku?” Jawabku sambil menunjukkan ke
arah Nova.
“Ehh … eh… PD banget ya?” Nova langsung nerocoh aja.
“Lho …. lho ….. katanya kamu tukang ojekku, tapi ada bedanya lho
sama tukang ojek biasanya, kalo mereka-mereka tu tukang ojek umum, tapi kalau
kamu tukang ojek spesial di hatiku ?” Gombalku.
kami bertiga ketawa bersama-sama.
“Kamu tu bisa aja ya ?” Ledek Nova.
Tiba-tiba bel masuk pun berbunyi, kami pun masuk kelas masing-masing
pelajaran berlangsung seperti biasa.
“Hay, Nabil kamu kok melamun sih ?” Tanya Agustin membuyarkan lamunanku.
“Ha ? nggak melamun, aku cuma pusing sedikit !” Jawab Ku
“Ke UKS aja yuks, aku antar?” Ajak Agustin.
“Nggak usah, nggak papa, bentar lagi sembuh, bentar lagi juga pulang
kan!” Jawabku
Bel pulang pun berbunyi, murid-murid SMA Negeri I Muntilan pun
langsung pada pulang. Aku pun pulang bareng Nova.
“Nabila ?” Panggil Nova
“Iaa, kenapa ?” Jawab ku
“kamu,kenapa kok diam aja?”
“Aku pusing sedikit ?”
Tiba-tiba Nova berhenti di depan warung makan.
“Kok berhenti ?” tanyaku
“Ayo, turun makan dulu ?” Ajak Nova kepadaku.
“Nggak lah, ayo pulang aja, aku sakit banget kepalanya ?!”
Tanpa menjawab Nova langsung menjalankkan motornya lagi sesampainya
aku dirumah, aku pun langsung masuk dan Nova pun langsung pulang.
*********
Beberapa hari aku nggak berangkat sekolah. Aku masuk rumah sakit.
Hari ini aku berangkat sekolah, aku diantar oleh sopirnya. Sesampainya di
sekolahan aku melihat Nova berangkat berboncengan bersama Salma.Aku langsung
menghampiri Nova.
Aku memaki-maki Nova.
“Nova !! aku nggak nyangka kamu sejahat ini kepadaku, apa katamu,
janji manismu, semua bulshit. Mulai hari ini aku ingin kamu jauhin aku,
lanjutkan aja hubungan kamu dengan Salma. Terima kasih atas semuanya”.
Aku langsung pergi, aku benar-benar tidak menyangka.
Nova bakal sejahat ini kepada ku.
Pelajaran berlangsung seperti biasa.
Bel pulang pun berbunyi, hari ini aku pulang sendiri.
Tiba-tiba Agustin menghampiri.
“Nabil, kok pulang sendiri ?” Tanya Agustina.
“Gak kok, aku nggak sendiri, kan ada kamu ?” Canda ku
“Kamu tu biasa aja ?” aku tersipu malu.
“Kok mendung banget ya tin ?” Tanya ku
“Iaa, kaya mau ujan yang gede banget ?” Jawab Agustina.
“Nabila, aku pulang dulu ya, ayahku sudah jemput ?”
“Iaa, nggak pap?”
Agustin pulang, hujan mulai turun, tetapi aku masih sabar menunggu angkot, tiba-tiba Nova datang
menghampirinya.
“Nabila !! Nabila !!” aku tidak menjawab karena aku tidak mendengar
suara hujan yang begitu deras.
Akhirnya Nova menghampiri ku, Nova berhenti di depan ku yang sedang
nunggu angkot.
“Nabila, kok kamu belum pulang ?” Tanya Nova.
“Belum, bentar lagi juga pulang kok ?” Jawab ku.
“Aku antar kamu ya, mukamu udah pucat kaya gitu, aku khawatir, badan
kamu juga sudah menggigil gitu, ayo aku antar kamu pulang, nanti kalau kamu
sakit lagi gimana ?”
“Kamu pulang aja, aku nggak papa kok ?”
“Aku benar-benar khawatir Billa, hujannya semakin deras !”
Nova benar-benar khawatir, Nova tidak mau aku kenapa-napa, Nova
sangat mencintaiku karena Nova tau aku punya penyakit yang membahayakan
nyawaku. Tapi aku benar-benar keras kepala ,aku tetap sabar menunggu angkot
yang nggak tau kapan datang.
*******
Pagi ini Nova sudah menunggu di depan kelas, sudah hampir setengah
jam. Nova menungguku tapi aku tak kunjung datang, tiba Agustin datang. Nova
langsung bertanya.
“Tina, Nabila kok belum berangkat ?” Tanya Nova
“Nabila sudah satu minggu lebih tidak berangkat, dia di rawat di
rumah sakit, penyakitnya kambuh lagi, tadi malam aku di telfon ayahnya katanya
dia nyebut kamu terus”. Jawab Agustina
Nova benar-benar khawatir, ekspresi wajahnya begitu sedih.
“Nabila dirawat di kamar nomor berapa ?” Tanya Nova begitu khawatir.
“Nomor 26, Kamar Melati.” Jawab Agustina.
Tanpa menjawab apa-apa Nova langsung berlari meninggalkan Agustina.
Nova akan pergi ke rumah sakit, bertepatan juga sekarang tidak ada pelajaran,
hari ini cuma ada class metting.
********
Setibanya Nova di rumah sakit. Nova langsung mencari alamat yang
dikasih oleh Agustina. Nova mondar-mandir mencari kamar.
Akhirnya Nova menemukan kamar yang ditempati oleh ku.
Nova berdiri di depan pintu. Nova hanya memandangi tulisan yang
bertulis “ICU” Nova tidak kuat untuk masuk ke kamar dan melihat aku tergeletak
lemas di atas ranjang.
Orang tua ku yang juga
berdiri di depan kamar , mereka pun sedih melihat anaknya seperti itu.
“Nak Nova?” Tanya ibu ku membuyarkan lamunanya.
“Iaa bu, ada apa ?” Jawab Nova dengan nada sedih.
“Sudah, nggak usah bersedih, berdoa aja semoga Nabila baik-baik saja
!”.
Ibu ku mencoba memenangkan hati Nova, dan Nova pun dipeluk oleh
orang tuaku, Nova merasa sangat bersalah kenapa harus selingkuh? tapi
sepertinya orang tua ku tidak mengetahui itu semua, apa yang telah terjadi
diantara aku dan Nova. Nova masuk bersama orang tuaku ternyata aku sudah
siuman, aku sudah beberapa kali pingsan. Nova pun menghampiriku.
“Nabila, maafin aku ya, aku emang salah. Nabila aku benar-benar
khawatir. Kamu cepat sembuh ?” Nova mohon-mohon denganku, Nova duduk di sebelah
ranjangku dan memegang tangan.
“Va …?” Panggilku.
“Iaa, chayank, Nabila maafin aku ya ? aku sama Salma itu cuma teman
kebetulan, kemarin aku sama Salma habis dari tempat Vebby ambil berkas-berkas
buat lomba?” Jelas Nova.
“Iaa gak papa kok Va, aku bisa maklum. Mungkin kemarin aku yang
egois?”
“Ayo kamu cepat sembuh Bil, aku kangen kamu yang semangat, Nabila yang
selalu tegas ?” Tegas Nova.
“Ia Va, aku pasti sembuh ?” Jawabku dengan nada lemas.
Selang beberapa menit setelah Nova dan aku ngobrol walaupun aku
masih lemas. Akhirnya aku ngomong kepada Nova.
“Va, titip mamah sama bapa ya, aku ingin jalan-jalan bersama nenek
dan kekek di surga. Maafin kesalahanku, terima kasih atas semuanya, kamulah
yang terindah di hidupku aku titip mama sama papa.
Mungkin itu kata-kata terakhir yang kulontarkan.
Aku menghela nafas terakhir.
Seketika hujan pun turun, bukan orang saja yang bersedih tapi
alampun ikut bersedih.
Hatinya Nova benar-benar terpukul, Nova tidak menyangka. Aku akan
pergi secepat itu. Nova hanya bisa menyesali semua perbuatannya. Nova hanya
pasrah. Nova menangis bagaimana tidak jika seseorang yang dia cintai telah
tiada.
Nova berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukannya dengan ku dan
Tuhan izinkan untuk bersamaku lagi.
*THE
END*
Wonosobo,
08 Maret 2013
Nama : Nur Hijah
Kelas : XI Bahasa
Mapel : Sastra Indonesia
Komentar
Posting Komentar