KELULUSAN


            Hari sabtu, 9 juni 2011 adalah hari yang di tunggu-tunggu para kelas IX SMP N 1 SUKOLILO, karna hari ini adalah hari di umumkannya lulus atau tidaknya siswa-siswi kelas IX, termasuk aku.  Dari rumah hatiku sudah dag-dig-dug-der untuk mendengar apa hasil yang ku tempuh selama 3 tahun ini. Sebelum berangkat ke sekolah, aku oamitan sama ibu, bapak, kakek, nenek, dan semua anggota keluargaku sambil ku ciumi tangan mereka, nggak Cuma itu, aku juga minta do’a supaya peengumuman nanti tidak membuatku kecewa. Selanjutnya, dengan sepeda motorku aku berangkat sekolah dengan hati was-was.
            Aku mengendarai sepeda motorku pelan-pelan sambil menikmati pemandangan di pagi hari yang belum terkena polusi. Tak terasa aku sudah memasuki gerbang sekolahnku yang sangat aku cintai ini. Pagi ini, nggak seperti biasanya karna aku berangkat sekolah lebih awal dari hari-hari sebelumya. Tapi walaupun masih pagi, sudah banyak siswa-siswi yg berangkat, mungkin mereka juga gak sabar sama sepertiku untuk melihat hasil jerih payahnya selama 3 tahun ini. Mereka asyik dengan kesibukannya msing-masing, ada yang ngobrol dengan temannya, ada yang Cuma duduk sambil melamun, bahkan sesekali aku melihat ada yang mojok dengan pacarnya.
            Aku melihat di sekelilingku untuk mencari sahabat-sahabatku yang bernama ADIN. Nama itu merupakan singkatan dari nama kami berempat, yaitu Anisa, Diah, Iis, dan Nafar. Oh ya, aku belum cerita ya tentang sahabatku ini. Kita sahabatan sejak kelas VIII dan Alhamdulillah sampai sekarang masih langgeng ( utuh ). Aku senang sekali mempunyai sahabat seperti mereka, soalnya mereka tu sahabat yang asyik, kocak, pokoknya seneng lah bias sahabatan sama mereka. Mereka tu sahabat yang setia, mereka mau menemaniku di saat duka maupun suka. Jika ada salah satu dari kami yang sedih, maka dengan senang hati kami semua menghibur agar dia tidak sedih lagi, dan sebaliknya. Pokoknya persahabatan kami tu kompak banget deh. Eh,, kok malah cerita tenteng sahabat-sahabatku sih, ya udah kita lanjut lagi ya.
            Sekian lama aku cari mereka tetapi tidak ketemu, aku bingung. Di tengah kebingunganku, tiba-tiba hp di sakuku bergetar, ada sms masuk dan ternyata dari Anisa “ far, kamu di mana ?”, dengan cekatan aku langsung mengetik balasan untuk Anisa “ Aku ada di depan masjid nih, lha kamu dimana ?”, terus aku langsung kirim balasan itu. Tak berapa lama kemudian, ada balasan dari Anisa “ Aku dan temen2 udah pada kumpul disini, kamu cepetan kesini ya”. Tanpa mengirim balasan untuk Anisa, aku langsung berjalan menuju ke kantin. Ternyata benar, mereka udah pada kumpul sambil ngobrol-ngobrol, aku segera menghampiri mereka. “ Ini dia si Nafar “, kata Iis. “ Kemana aja sih kamu, udah di tungguin dari tadi juga”, timpal Diah. “ Ya deh maaf, aku telat kesininya, soalnya dari tadi aku juga udah nayri-nyari kalian dimana-mana, tapi nggak ketemu. Eh ternyata kalian disini “, jawabku sekenanya. Setelah mereka selesai mengintrogasiku, kita ngobrol sambil menunggu pengumuman.
            Selang beberapa lama kemudian, terdengar pengumuman agar para siswa-siswi kelas IX berkumpul di lapangan upacara. Kami pun beranjak dari kantin dan langsung menuju ke  lapangan upacara. Setelah semuanya berkumpul di lapangan, Pak Juhari ( kepala sekolah ) masuk ke lapangan. “ Apapun hasilnya nanti, kita harus menerima dengan lapang dada, karna dengan berat hati, bahwa tidak 100% siswa siswi SMP N 1 SUKULILO lulus. Ada 2 orang yang tidak bias lulus, berarti hanya 98% yang lulus. Tapi, bagi anak yang tidak lulus, saya berpesan kepada kalian, jangan putus asa, karna kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Yang terpenting kalian sudah berusaha semaksimal mungkin “. Itulah kalimat yang di ucapkan oleh pak Juhari sebelum kami di suruh untuk masuk ke kelas masing-masing. Di dalam kelas, semua murid saling diam sambil berdo’a. Tak selang berapa lama kemudian, wali kelas kami yang bernama bu Hartini masuk ke kelas smabil membawa amplop kelulusan itu. Setelah bu Har ( panggilan akrab kami ) memberi tahu bahwa di kelas kami ada 2 siswa atau siswi yang tidak bias lulus, tetapi bu Har tidak mau menyebutkan nama siswa ataupun siswi itu. “ Biarlah dia sendiri yang tau “, kata bu Har. Kamipun di panggil satu per satu menurut absen untuk mangambil amplop itu. Setelah giliranku, kakiku terasa berat untuk melangkah, tapi aku paksakan kakiku supaya dapat berjalan dan mengambil amplop itu, dan Alhamdulillah aku bisa.
            Di luar kelas, aku ragu membuka amplop itu. Tiba-tiba ada temen sekelasku yang baik hati mau membukakan amplopku. Saat dia mau membaca kertas itu, aku menutup mata karna takut. Dan apa hasilnya…….
Betapa kagetnya aku setelah dia berkata “ Ning, kamu….kamu….kamu….LULUS ”. Seketika itu aku melonjak-lonjak kegirangan, sujud syukur langsung aku lakukan sebagai ungkapan syukurku kepada ALLAH SWT. Alhamdulillah, semua sahabat-sahabatku juga lulus, kamipun berpelukan dalam tangisan. Tapi, aku masih penasaran dengan apa yang di katakana bu Har bahwa di kelas kami ada 2 teman kami yang tidak lulus, kira-kira siapa dia ya ????
            Di saat aku bingung menerka-nerka siap yang tidak lulus, tiba-tiba aku di kagetkan dengan suara jeritan. Karna penasaran apa yang sudah terjadi, aku berjalan menuju sumber suara. Dan betapa kagetnya aku, ternyata ada salah satu siswi yang pingsan. Dan siswi itu adalah……Maria. Ya itu adalah Maria, nggak mungkin aku salah lihat, karna dengan mata kepalaku sendiri aku melihat wajah siswi itu. Setelah aku Tanya dengan salah satu temannya, ternyata sebab Maria pingsan adalah karna dia tidak lulus. Sekarang aku tau, siapa saja di kelasku yang tidak lulus, mereka adalah Maria Ulfaniah ( Maria ) dan Sulistiyono ( Sulis ).
Ya  Allah kasihan sekali Maria dan Sulis. Semoga aja Maria dan Sulis di beri kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan-MU ini.   Amien.



-       SELESAI    -


Karya : Nuning Andriani ( XI BAHASA )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sanad Al-Qur’an KH. Muntaha Al-Hafidz, PPTQ Al-Asy'ariyyah, Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah

APRIL MOP

sejarah